Refnawati SH tingkatkan peran Perempuan di era globalisasi dengan memegang teguh filosofi Minangkabau, Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah
Bukittinggi,SumbarEkspres.com- Refnawati SH yang maju menjadi caleg DPRD kota Bukittinggi pada nomor urut 5 dari Partai Golkar dengan dapil kec. Mandiangin koto Selayan.
Aktif dibidang keagamaan dan sosial bersama BKMT Raudhatul Jannah dan Nurul Wathan Gulai Bancah serta giat di organisasi PWK Persatuan Wanita Kurai 5 jorong kota Bukittinggi.
Saat bincang-bincang dengan SumbarEkspres.com, beliau membahas visi dan misinya serta pandangannya tentang peran perempuan untuk maju ke Parlemen.
Kaum perempuan di Minangkabau memiliki kedudukan yang istimewa, sehingga dijuluki Bundo kanduang, memainkan peran dalam menentukan keberhasilan pelaksanan keputusan keputusan yang dibuat oleh kaum lelaki dalam posisi mereka sebagai mamak ujarnya.
Kedudukan dan peran perempuan di Minangkabau di Sumatra Barat dapat dilihat dari dua sisi.Pertama, perempuan itu mampu bertahan dan mempertahankan nilai nilai budaya sebagai suatu kearifan lokal.
kedua ,perempuan sebagai pemegang amanah dalam melindungi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Peran wanita masa kini yang semakin menuju kepada arah kesetaraan gender merupakan bukti kehadiran Islam yang mengangkat derajat wanita imbuhnya.
Kesetaraan itu di buktikan dengan banyak pemimpin dari kaum perempuan,baik dalam bidang ekonimo ,sosial ,maupun politik dan mereka membuktikan kesuksesannya tukasnya.
Realita ini membuktikan bahwa terdapat kesetaraan peran dalam masyarakat modren di mana wanita mampu sejajar bahkan dalam beberapa aspek lebih unggul dari pada pria terangnya.
Meski demikian , wanita diharapkan tidak melupakan perannya dalam membina keluarga ,sebab keutuhan keluarga sangat berpengaruh terhadap kemajuan masyarakat maupun negara.
Keluarga adalah pondasi dari segala aspek kehidupan ,keluarga yang baik akan membentuk masyarakat yang baik.masyarakat yang baik akan mewujudkan negara yang baik paparnya.
Karena itu penting bagi wanita untuk menjaga keluarganya ,baik anak anaknya maupun suaminya, peran ini tidak boleh di abaikan, bahkan dalam islam ,di tegaskan dalam Q.s AT Tahrim ayat 6 untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka, dan semua itu sangat sesuai dengan filosofi orang Minangkabau ” Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah.
Peran perempuan dalam keluarga di era globalisasi ini dapat berpengaruh pada generasi generasi selanjutnya.Perempuan kini harus yakin dalam menyelesaikan tantangan menjadi seorang ibu ,bertanggung jawab mengasuh dan mendidik anak ,bahkan bertanggung jawab atas pekerjaan yang ia pilih.
Perempuan harus mempunyai kemampuan untuk melihat potensi yang ada ,peluang peluang yang mungkin dapat dikembangkan ,sehingga dengan mudah peluang tersebut untuk diperluas menjadi jaringan yang lebih kuat tuturnya.
Bagi kaum perempuan ,dengan memahami peran dan kedudukan nya dalam adat minangkabau itu secara mendalam tentu saja lebih memotivasi dirinya dan memberikan inspirasi untuk menjalankan perannya sebagai perempuan Minang jelasnya.
Dengan harapan ketika seorang perempuan minang meningkatkan kompetensi dirinya ia tetap berpijak pada konsep adat Minangkabau yang menjadikan ia nantinya mampu berperan sebagai ” Bundo kanduang ,” yang diinginkan dalam kato pusako tersebut pungkasnya.
(Fendy Jambak)





